Single Travel: Tips Penting untuk Merencanakan Solo Traveling

Single Travel: Tips Penting untuk Merencanakan Solo Traveling

Orang-orang yang belum pernah bepergian sendiri sering menggambarkan perjalanan solo pertama mereka sebagai pengalaman yang hampir religius. Mengakomodasi lingkungan baru tanpa prasangka, selera, atau preferensi teman perjalanan bisa menjadi hal yang mengesankan. Solo trip memberi Anda kesempatan untuk memanjakan diri sepenuhnya.

Tentu saja, bepergian sendiri juga memiliki risiko, seperti masalah keamanan, kesepian, dan kesendirian yang ditakuti. Dengan adanya persiapan, Anda dapat menghemat uang dan dengan berpikir positif dapat membantu Anda melewati masa-masa sulit.

Mengapa solo trip?

Bepergian sendirian bisa menjadi pengalaman untuk memanjakan diri, Anda dapat beristirahat kapan pun Anda mau dan menikmatinya saat Anda merasa bersemangat. Manfaat lainnya adalah kesalahan Anda adalah milik Anda sendiri, dan keberhasilan Anda adalah pengalaman yang berharga.

Anda tidak perlu khawatir bahwa keinginan Anda untuk melintas kota ke museum yang tutup dapat merusak hari dengan pasangan Anda, namun hal ini adalah hari istimewa Anda untuk menyimpan atau membangun pengalaman belajar Anda.

Juga, Anda dapat melakukan apa yang ingin Anda lakukan setiap saat. Ingin berselancar? nikmatilah karena tidak ada seorang pun yang duduk di pantai dengan bosan saat menunggu Anda.

Cara bepergian dengan aman sendirian

Mungkin pertanyaan pertama dari solo traveler atau traveler adalah: “Apakah solo traveling aman?” Tanpa pendamping yang mengawasi Anda, Anda lebih rentan terhadap penjahat, serta kekhawatiran masalah kesehatan Anda. Tapi pepatah “safety in numbers” tidak selalu benar. Seorang pelancong dapat berbaur lebih mudah daripada berkelompok, dan tidak menarik perhatian pada diri sendiri sebagai turis adalah salah satu cara untuk tetap aman.

Berikut adalah beberapa tips keselamatan untuk solo traveling:

  1. Kerjakan pekerjaan rumah Anda sebelum Anda tiba. Cari tahu berapa banyak waktu dan biaya yang diperlukan untuk pergi dari bandara ke hotel Anda atau ke pusat kota. Solo Traveler lebih cenderung “mahal”, jadi tanyakan kepada sopir taksi tentang perkiraan ongkos sebelum keberangkatan. Jika itu sangat berbeda dari angka normal, naik taksi yang berbeda (atau pilih berbagi tumpangan).
  2. Pilih akomodasi yang sesuai. Pesan hotel dengan resepsionis jika Anda datang terlambat, sehingga Anda tidak akan tidur di mobil atau lebih buruk lagi.
  3. Percayalah pada dirimu sendiri. Jika merasa tidak benar, jangan lakukan.
  4. Bawa kartu identitas di lebih dari satu tempat. Jika Anda memilih untuk memakai sabuk uang, gunakan untuk penyimpanan, bukan sebagai dompet. Alih-alih, jauhkan paspor Anda, simpanan tunai ekstra, dan dokumen penting lainnya, dan gunakan tas atau dompet anti-maling untuk membawa uang belanja harian.
  5. Tetap di tempat umum dan terbuka, terutama di malam hari.
  6. Pancarkan kepercayaan diri. Baik Anda berada di jalan dekat rumah atau 7.000 mil jauhnya, berjalan dengan percaya diri dan terarah adalah cara yang efektif untuk mencegah menjadi pusat perhatian yang tidak diinginkan, karena tampak tersesat atau bingung dapat membuat Anda rentan. Jika Anda tersesat, pergilah ke toko atau restoran dan tanyakan arah ke sana.
  7. Hindari tampil sebagai turis. Jangan berjalan-jalan dengan wajah Anda di buku panduan.
  8. Tinggalkan barang berharga di rumah. Jangan menarik perhatian pada diri sendiri dengan mengenakan pakaian atau perhiasan yang mencolok.
  9. Terkadang, sedikit berbohong diperlukan. Ketika Anda menanyakan arah, jangan biarkan diri Anda sendirian: “Bisakah Anda mengarahkan saya ke museum? Saya harus bertemu dengan seorang teman.”
  10. Periksa maps dan jadwal transportasi sebelum meninggalkan hotel/kereta/car rental/kantor pariwisata. Solo traveler yang terlalu asyik dengan ponselnya bisa menjadi tanda sebagai tipe yang tidak menyenangkan.
  11. Tinggalkan salinan rencana perjalanan Anda dengan teman atau anggota keluarga di rumah, dan tetap berhubungan secara teratur melalui telepon, chat, video call, atau email.
  12. Daftar ke Departemen Luar Negeri, yang dapat membantu Anda dalam keadaan darurat.
  13. Tiba di tempat tujuan pada siang hari. Daerah di sekitar stasiun bus dan kereta api dapat menakutkan dan atau sepi, dan kota-kota kecil cenderung tutup lebih awal pada malam hari. Banyak kota yang indah dapat tampak menakutkan di malam hari, dan penduduk setempat yang benar-benar ingin berusaha membantu Anda, di pikiran Anda sendiri dapat tampak seperti orang jahaat yang tidak semestinya. Jika Anda tiba di tujuan pada siang hari, maka Anda akan dapat menemukan tempat tinggal dan mendapatkan petunjuk arah sebelum gelap.
  14. Jangan mudah percaya dengan orang lain. Salah satu alasan terbaik untuk bepergian sendirian adalah untuk bertemu orang baru, tetapi ini juga membuat Anda lebih rentan. Tidak apa-apa untuk pergi keluar, bepergian, dan berbagi dengan teman baru, tetapi jangan titipkan tas atau dompet Anda jika ingin pergi ke toilet. Penipu handal sering kali bisa menjadi teman yang paling menawan. Anda harus berpikiran terbuka, tetapi tetap waspada untuk memastikan keselamatan Anda.Sumber: www.smartertravel.com
Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *