Apa Itu Mata Uang Kripto dan Cara Transaksinya?

Apa Itu Mata Uang Kripto dan Cara Transaksinya?

Bagi sebagian individu, momentum pandemi sangatlah bermanfaat. Individu yang paham tentang investasi membeli sejumlah saham yang tidak wajar. Tren investasi juga menjadi lebih populer. Banyak orang mendapatkan pengetahuan tentang berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, emas hingga crypto. Berinvestasi dalam aset kripto semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang tertarik dengan uang kripto baru ini, itulah sebabnya ia menjadi tren di berbagai platform media sosial. Lalu apa itu kripto dan bagaimana cara transaksi mata uang crypto? Simak penjelasan berikut

Apa itu crypto?

Cryptocurrency, disingkat crypto, adalah mata uang digital yang diamankan dengan cryptography. Sementara itu, definisi lain dari cryptocurrency adalah uang digital yang memungkinkan individu untuk melakukan transaksi online satu sama lain. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga internasional.

Sederhananya, bitcoin adalah uang digital. Namun, jika Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam mata uang kripto, ada beberapa kata penting untuk dipahami. Berikut ini adalah istilah-istilah penting:

  1. Bull Market: Frasa yang mengacu pada periode kondisi pasar yang meningkat.
  2. Bear Market: Kebalikan dari bull market, bear market adalah frasa yang digunakan untuk menggambarkan pasar yang sedang jatuh.
  3. FOMO, atau Fear of Missing Out, adalah ungkapan yang mengacu pada investor pemula yang masih belajar dan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
  4. Pump and Dump: Frasa ini mengacu pada strategi yang digunakan oleh investastor mata uang crypto saat ini. Pump digunakan ketika harga mata uang meningkat, sedangkan dump digunakan ketika harga mata uang turun.
  5. Whale: Kata ini mengacu pada individu yang memiliki sejumlah besar mata uang kripto, setidaknya 5% dari semua aset digital yang diperdagangkan di pasar mata uang cyipto.
  6. FUD, atau Fear, Uncertainty, and Doubt, adalah ungkapan yang digunakan oleh investor untuk menggambarkan strategi mereka menurunkan harga cyipto untuk membelinya dengan harga murah.
  7. HODL: Istilah yang mengacu pada permainan yang menggunakan anagram atau kata-kata yang diacak.
  8. Rekt: Kata yang digunakan untuk menyebut pecundang. Frasa ini digunakan dalam berinvestasi untuk menggambarkan individu yang membuat pilihan investasi yang buruk, seperti menjual saat harga rendah dan membeli saat harga tinggi.
  9. No Cointer: Frasa ini digunakan untuk merujuk pada mereka yang tidak memiliki aset kripto apa pun atau yang menjual aset apa pun yang mereka miliki.
  10. To The Moon: frasa yang digunakan untuk mencirikan mata uang crypto yang mengalami pertumbuhan pesat, bahkan mencapai puncaknya, baik dari segi nilai maupun volume penjualan.
  11. Cryptoses adalah kata yang mengacu pada seseorang yang sangat antusias atau penasaran dengan mata uang crypto.

Sejak kemunculannya, crypto telah menimbulkan banyak reaksi dari berbagai organisasi, mulai dari orang biasa hingga para ahli. Tentu, ada pro dan kontra menurut perspektif banyak orang. Bagi mereka yang pro dengan mata uang crypto percaya bahwa mat uang crypto:

  1. Mencegah inflasi.
  2. Transaksi murah, mudah, dan cepat.
  3. Fleksibel atau tidak beraifiliasi dengan bank.
  4. Memiliki keuntungan yang jelas.

Sementara itu, bagi mereka yang kontra mengklaim bahwa mata uang crypto:

  1. Fluktuasi nilainya tinggi.
  2. Tidak ada peraturan yang mengatur penghentian perdagangan sementara.
  3. Tidak memiliki aset yang mendasarinya juga tidak memiliki underlying asset
  4.  Tidak memiliki status hukum bank sentral

Terlepas dari kekurangannya, banyak orang terus berinvestasi dalam mata uang crypto. Itulah penjelasan tentang apa itumata uang crypto, kelebihan dan kekurangannya, serta beberapa terminologi yang harus Anda pahami sebelum membeli uang digital ini.

Panduan untuk Berinvestasi dalam Mata Uang Kripto

Sebelum memilih untuk berinvestasi dalam mata uang kripto, sebaiknya Anda membiasakan diri dengan panduan investasi berikut:

  1. Kenali Risikonya
    Hal pertama yang harus Anda pahami adalah risikonya. Berinvestasi dalam mata uang crypto memiliki risiko tinggi, yang berarti potensi kerugiannya sangat besar. Ketika nilainya naik, mungkin bisa sangat tinggi, tetapi saat turun juga bisa sangat rendah.
  2. Kenali Berbagai Jenis dan Karakteristik crypto
    Ada banyak jenis mata uang crypto, mulai dari Bitcoin, Etherium, Tether, XRP, dan Dogecoin. Masing-masing jenis ini memiliki fitur unik yang harus Anda ketahui sebelum membeli crypto.
  3. Kenali Legalitas Pedagang crypto.
    Saat ini, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti, telah memutuskan bahwa setidaknya terdapat 13 perusahaan terdaftar sebagai pedagang aset kripto. Anda harus memastikan untuk membeli mata uang crypto dari bisnis yang terdaftar di Bappebti, karena ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mematuhi standar peraturan dan kredibilitasnya dapat dipertanggungjawabkan.
  4. Pahami Keamanannya
    Seperti yang disebutkan sebelumnya, mata uang crypto memiliki risiko menjadi target kejahatan online. Oleh karena itu, pastikan Anda mengetahui tindakan atau metode yang harus dilakukan untuk mengamankan uang crypto Anda.

Cara Membuat Akun dan Transaksi mata uang crypto

Setelah mempelajari berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli mata uang kripto, Anda dapat mulai membuat akun dan membeli uang crypto. Berikut tahapannya:

  1. Buka rekening pada dengan perusahaan penjual mata uang crypto yang telah terdaftar.
  2.  Perusahaan yang Anda pilih selanjutnya akan melakukan verifikasi KYC, atau Know Your Customer. Selain itu, Anda harus menyelesaikan prosedur tambahan seperti mengunggah dokumen identitas yang diperlukan.
  3. Anda akan menjalani Customer Due Dilligence atau CDD, di mana penyedia layanan, dalam hal ini perusahaan yang Anda pilih, menganalisis berbagai transaksi keuangan yang pernah Anda lakukan.
  4. Jika Anda lulus, Anda akan langsung diotorisasi sebagai klien atau investor di perushaan tersebut dan diberikan akun untuk transaksi mata uang kripto.
  5. Saat melakukan transaksi, Anda dapat menyimpan data di rekening terpisah dengan bisnis mata uang crypto dimana 70% disimpan oleh lembaga kliring, sementara 30% dimiliki oleh perusahaan fisik aset kripto.
  6. Semua pembelian dan penjualan harus dilakukan dalam mata uang rupiah.
  7. Aset kripto yang sudah dimiliki disimpan oleh perusahaan komoditas aset kripto di depository dan bersifat hot wallet, yang terhubung ke internet, dan cold wallter, yang tidak terhubung ke internet.
  8. Lembaga kliring akan melakukan verifikasi pada mekanisme transaksi yang ada terhadap pengelola yang menyimpan mata uang crypto.
  9. Perusahaan mata uang crypto, lembaga kliring, dan pengelola tempat penyimpanan diharuskan untuk

Pencarian Populer:

Apa Itu Mata Uang Kripto -