Mengkomunikasikan berita dengan humor membuat anak muda lebih cenderung mengingat

Mengkomunikasikan berita dengan humor membuat anak muda lebih cenderung mengingat

Pada dekade-dekade awal berita yang disiarkan televisi, orang Amerika beralih ke wajah jurnalis yang tegas seperti Walter Cronkite, Tom Brokaw, dan Dan. Sebaliknya, sebagai sumber berita yang dapat diandalkan untuk peristiwa penting di Amerika dan di seluruh dunia, dikomunikasikan dengan daya tarik dan suara yang diperhitungkan. Munculnya acara berita komedi, dipimpin oleh orang-orang seperti John Stewart, Stephen Colbert, John Oliver, Trevor Noah dan Samantha B, telah menimbulkan kekhawatiran tentang pencampuran hiburan dan berita. Tapi bisakah memasukkan humor dan berita membantu menginformasikan penonton?

Faktanya, penelitian baru menunjukkan bahwa humor dapat membantu memberi informasi tentang politik kepada orang-orang. Sebuah studi dari Annenberg School of Communication di University of Pennsylvania dan Ohio State University School of Communication menemukan bahwa jika dibandingkan dengan klip berita yang menyenangkan, pemirsa tidak hanya lebih cenderung berbagi berita yang disajikan dengan humor, tetapi mereka juga lebih cenderung mengingat konten dari segmen ini.

“Agar demokrasi berhasil, sangat penting bagi orang-orang untuk berinteraksi dengan berita dan politik dan menyadari urusan publik,” kata Emily Falk, profesor komunikasi, psikologi dan pemasaran di Annenberg. “Kami ingin menguji apakah humor membuat berita lebih relevan bagi masyarakat, dan dengan demikian memotivasi orang untuk mengingat dan membagikannya.”

Para peneliti merekrut pria muda (18-34 tahun) untuk menonton berbagai klip berita, yang mereka rancang bervariasi sehingga beberapa diakhiri dengan lelucon dan yang lainnya tidak ada habisnya. Selain mengumpulkan data tentang aktivitas otak partisipan menggunakan teknologi fMRI, para peneliti melakukan tes memori untuk menentukan seberapa banyak informasi yang diperoleh partisipan saat melihat klip tersebut. Para peneliti juga meminta peserta untuk menjawab pertanyaan tentang kemungkinan berbagi klip berita dengan orang lain.

Peserta lebih cenderung mengingat informasi tentang politik dan kebijakan pemerintah jika disampaikan dengan cara yang lucu daripada tidak lucu dan lebih bersedia untuk berbagi informasi secara online. Hasilnya juga menunjukkan bahwa klip berita lucu menimbulkan aktivitas yang lebih besar di area otak yang terkait dengan pemikiran tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain, menyoroti sifat sosial dari komedi tersebut.

“Penemuan kami menunjukkan bahwa humor merangsang aktivitas di area otak yang terkait dengan partisipasi sosial, meningkatkan memori fakta politik, dan meningkatkan kecenderungan untuk berbagi informasi politik dengan orang lain,” kata penulis utama Jason Coronel, asisten profesor di Ohio State University. “Ini penting karena media hiburan telah menjadi sumber berita politik yang penting, terutama bagi kaum muda. Hasil kami menunjukkan bahwa humor dapat menambah pengetahuan tentang politik.

Sumber: https://www.sciencedaily.com/releases/2021/01/210107125303.htm