Penyelidik Kecelakaan Pesawat Indonesia Sriwijaya Berharap Dapat Menemukan Perekam Suara Kokpit

JAKARTA: Seorang pejabat Indonesia mengatakan pada Selasa (19 Januari) bahwa penyelidik kecelakaan udara Indonesia masih berharap dapat memulihkan perekam suara kokpit dari pesawat Sriwijaya Air yang jatuh untuk lebih memahami informasi yang diperoleh dari perekam data penerbangan.

Boeing 737-500 berusia 26 tahun itu jatuh di Laut Jawa tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada 9 Januari dengan 62 orang di dalamnya.

Informasi yang disimpan di perekam data penerbangan telah diunduh dan mencakup 370 parameter ditambah 27 jam rekaman yang mencakup 18 penerbangan, termasuk kecelakaan itu, kata penyidik ​​Komisi Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) Norcayho Otomo dalam sebuah pernyataan video.

Parameter adalah indikasi jumlah data yang direkam dari sistem pesawat termasuk jalur penerbangan, kecepatan, tenaga mesin, dan konfigurasi pelat.

Ke 370 parameter yang diindikasikan Utomo merupakan peningkatan dari 330 parameter yang diumumkan pada hari Jumat.
“Kami sangat berharap (perekam suara kokpit) ditemukan untuk mendukung data yang kami dapatkan dari (perekam data penerbangan),” kata Ottomo.

Seorang perwira Angkatan Laut mengatakan pada hari Jumat bahwa penyelam Indonesia telah menemukan penutup perekam suara kokpit tetapi masih mencari modul memorinya.

Pencarian perekam suara dan korban di kokpit diperpanjang pada hari Senin menjadi tiga hari, dengan kemungkinan perpanjangan lainnya.

KNKT berencana untuk merilis laporan awal dalam waktu 30 hari setelah kecelakaan, sesuai dengan standar internasional. Perwakilan dari Amerika Serikat dan Singapura membantu penyelidikan.

Sumber: channelnewsasia.com