5 Olahraga Terbaik Untuk Penderita Diabetes

5 Olahraga Terbaik Untuk Penderita Diabetes
5 Olahraga Terbaik Untuk Penderita Diabetes

Jika Anda menderita diabetes, olahraga menawarkan manfaat yang luar biasa. Tidak hanya mengurangi tingkat stres Anda, tetapi juga dapat menurunkan kadar gula darah Anda dan bahkan dapat menurunkan kebutuhan insulin Anda.

Olahraga sangat penting bagi penderita diabetes. National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan 150 menit latihan aerobik setiap minggu. The American Diabetes Association merekomendasikan untuk tidak melewatkan lebih dari dua hari berturut-turut latihan aerobik.

Kami bertanya kepada spesialis diabetes Sue Cotey, RN, CDCES, dan Andrea Harris, RN, CDCES tentang beberapa olahraga terbaik jika Anda menderita diabetes. Berikut adalah rekomendasi mereka tentang olahraga yang tepat untuk Anda.

5 Olahraga untuk Penderita Diabetes

Cobalah untuk membiasakan melakukan latihan berikut secara teratur. Olahraga ini akan memberi Anda manfaat maksimal untuk membantu Anda mengelola diabetes Anda, dan relatif mudah untuk menyesuaikan diri setiap hari.

  1. Berjalan Kaki – Karena hampir semua orang dapat melakukan ini di mana saja, berjalan adalah olahraga yang paling umum dan sangat direkomendasikan untuk penderita diabetes. Melakukan jalan cepat salama 30 menit dalam lima kali setiap minggu, adalah cara yang bagus untuk meningkatkan aktivitas fisik Anda. Anda dapat membagi 30 menit menjadi 3 sesi dengan 10 menit tiga kali sehari.
  2. Tai Chi – Bentuk olahraga Cina ini dengan melakukan gerakan tubuh yang lambat dan halus untuk merilekskan pikiran dan tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang telah menyelesaikan sesi tai chi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kontrol glikemik. Mereka juga melaporkan peningkatan vitalitas, energi, dan kesehatan mental.
  3. Yoga – Yoga adalah sebuah bentuk olahraga tradisional yang melibatkan gerakan halus untuk membangun fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan. Olahraga ini bermanfaat bagi orang-orang dengan berbagai kondisi kronis, termasuk diabetes. Yoga dapat mengurangi stres dan meningkatkan fungsi saraf, yang mengarah ke peningkatan kesehatan mental. Menurut American Diabetes Association, yoga dapat meningkatkan kadar glukosa darah karena peningkatan massa otot.
  4. Menari – Menari tidak hanya bagus untuk tubuh Anda. Mental yang bekerja dalam mengingat langkah dan urutan tarian, dapat meningkatkan kekuatan otak dan meningkatkan daya ingat. Bagi penderita diabetes, ini adalah cara yang menyenangkan dan mengasyikkan untuk meningkatkan aktivitas fisik, meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan fleksibilitas, menurunkan gula darah, dan mengurangi stres. Tari kursi, yang menggabungkan penggunaan kursi untuk menopang orang dengan kemampuan fisik terbatas, membuat menari menjadi pilihan bagi banyak orang. Hanya dalam 30 menit, orang dewasa seberat 150 pon dapat membakar hingga 150 kalori.
  5. Berenang – Berenang dapat meregangkan dan melemaskan otot-otot Anda dan tidak memberi tekanan pada persendian Anda, sehingga sangat bagus untuk penderita diabetes. Bagi mereka yang menderita diabetes atau berisiko terkena diabetes, penelitian menunjukkan bahwa berenang dapat membakar kalori, dan mengurangi tingkat stres. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari olahraga renang, disarankan untuk berenang setidaknya tiga kali seminggu selama setidaknya sepuluh menit dan secara bertahap meningkatkan durasi latihan Anda. Terakhir, beri tahu penjaga kolam bahwa Anda menderita diabetes sebelum memasuki kolam.

Keselamatan Olahraga

Sebelum memulai program olahraga, bicarakan dengan dokter Anda untuk memastikan bahwa olahraga yang Anda pilih aman dan sesuai untuk jenis diabetes Anda. Ingatlah untuk memulai dengan perlahan, terutama jika Anda sudah lama tidak aktif secara fisik.

Berikut tips keamanan lainnya:

  1. Periksa gula darah Anda sebelum dan sesudah berolahraga sehingga Anda tahu bagaimana tubuh Anda merespons olahraga.
  2. Apakah Anda menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2, pastikan gula darah Anda di bawah 250 mg/dL sebelum berolahraga Bagi penderita diabetes tipe 1, berolahraga dengan gula darah lebih tinggi dari 250 mg/dl Dapat menyebabkan ketoasidosis. Ketoasidosis adalah suatu komplikasi diabetes serius saat tubuh memproduksi asam darah (keton) berlebihan yang terjadi jika insulin dalam tubuh tidak cukup. Lakukan pemanasan selama lima menit sebelum berolahraga dan pendinginan selama lima menit setelah berolahraga.
  3. Minum banyak air putih sebelum, selama dan setelah berolahraga untuk mencegah dehidrasi.
  4. Bersiaplah untuk setiap episode gula darah rendah. Siapkan sesuatu yang dapat meningkatkan kadar gula Anda, seperti permen keras, tablet glukosa, atau jus.
  5. Selalu membawa ponsel.
  6. Hindari berolahraga pada suhu yang sangat dingin atau sangat panas.
  7. Kenakan sepatu dan kaus kaki yang sesuai untuk melindungi kaki Anda.

Seperti halnya latihan apa pun, selalu perhatikan tubuh Anda. Jika Anda merasa sesak napas, pusing atau mata anda berkunang-kunang, berhentilah berolahraga. Laporkan masalah yang tidak biasa kepada dokter Anda.

Sumber: health.clevelandclinic.org