Final Copa America: Argentina vs Brasil

Lionel Messi memiliki kesempatan memenangkan turnamen besar pertamanya untuk Argentina ketika mereka bertemu Brasil di final Copa America di Rio pada hari Sabtu.

Messi memenangkan sepuluh La Liga dan empat Liga Champions selama kariernya yang penuh trofi di Barcelona.

Namun satu-satunya kesuksesan pemenang Ballon d’Or enam kali bersama timnas Argentina adalah pada Olimpiade 2008 di China.

Copa America 2021 adalah turnamen besar kesepuluh Messi bersama Argentina yang terdiri dari empat Piala Dunia dan enam edisi kompetisi untuk menentukan juara Amerika Selatan.

Mereka belum pernah memenangkan turnamen bergengsi sejak Copa America 1993, dan juara bertahan Brasil kali ini menghalangi jalannya.

Messi, yang kontraknya dengan Barcelona telah habis, sudah mencetak empat gol di turnamen tersebut.

Neymar asal Brasil, mantan rekan setim Messi di Barcelona, ​​​​juga ingin meraih kesuksesan besar pertama bersama negaranya di final pertama antara Argentina dan Brasil di Copa America sejak 2007.

Copa America tahun ini, yang tertunda satu tahun karena pandemik, dijadwalkan menjadi yang pertama dalam 105 tahun sejarahnya yang diadakan di dua negara yaitu Kolombia dan Argentina.

Namun, Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) memutuskan pada Mei untuk memindahkan pertandingan dari Kolombia setelah gelombang kerusuhan sipil di sana.

Kemudian diumumkan bahwa Argentina tidak akan menjadi tuan rumah turnamen empat minggu setelah negara itu melihat kondisi wabah disana.

Para pemain Brazil mengkritik keputusan menit terakhir untuk memindahkan permainan ke Brazil, yang telah menyelenggarakan edisi 2019.

Semua pertandingan dimainkan tanpa penonton di dalam stadion.

Final, yang semula dijadwalkan di kota Barranquilla, Colombia, akan dimainkan tanpa penonton di stadion Maracana, yang merupakan tempat Argentina kalah 1-0 dari Jerman di final Piala Dunia 2014.

Sepuluh negara dibagi menjadi dua grup berisi lima, dengan empat teratas dari masing-masing grup melaju ke perempat final.

Tuan rumah yaitu Brazil,  yang berada di urutan ketiga peringkat dunia FIFA, memulai turnamen dengan kemenangan 3-0 melawan Venezuela di Brasilia.

Baik Argentina dan Brasil menempati posisi teratas grup masing-masing. Mereka bergabung di babak delapan besar bersama Uruguay, Paraguay, Chili, Peru, Colombia dan Ekuador.

Dua dari empat pertandingan perempat final ditentukan melalui adu penalti. Uruguay, tim paling sukses dalam sejarah turnamen, kalah dari Kolombia, sementara runner-up 2019 Peru mengalahkan Paraguay.

Di antara pemenang Chile 2016 adalah striker Blackburn Rovers Ben Brereton, yang mencetak gol dalam kemenangan grup 1-0 atas Bolivia untuk membantu timnya mencapai perempat final, dimana mereka kalah 1-0 dari Brazil.

Di semifinal, Argentina membutuhkan adu penalti untuk menyalip Kolombia, sementara Brasil mengalahkan Peru 1-0.

Akankah Argentina mengakhiri penantian selama 28 tahun?

Argentina, urutan kedelapan dalam peringkat dunia FIFA, telah kalah empat kali di final Copa America sejak terakhir kali mereka memenangkan turnamen tersebut pada 1993.

Namun, mereka memiliki peluang seri dengan Uruguay dalam 15 kemenangan.

Brazil berada di urutan ketiga dalam hal kemenangan Copa America.

Mereka meninggalkan pemain seperti striker Liverpool Roberto Firmino dan pemain Real Madrid Vinicius Junior di bangku cadangan di semifinal, sementara pemain Manchester United, Fred, lebih disukai daripada pemain Liverpool Fabinho di lini tengah.

Pertandingan Brazil-Argentina lebih dari sekadar pertandingan sepak bola biasa, tambah Marquinhos, yang bisa membuat dunia berdiri diam untuk menonton pertandingan

Sumber: www.bbc.com